Perang Modern Tidak Selalu Dimulai dengan Ledakan
Publikasi Terbaru
Selasa, 31 Maret 2026
Selasa, 31 Maret 2026
Senin, 30 Maret 2026





Pagi hari 28 Februari 2026, sebuah kamera lalu lintas di Teheran merekam mobil-mobil pengawal Ayatollah Ali Khamenei memasuki kompleks kediamannya. Peristiwa ini disaksikan dari jauh oleh aparatus intelijen melalui akses yang telah dibangun selama bertahun-tahun tanpa sepengetahuan siapa pun di Iran. Beberapa jam kemudian, pemimpin tertinggi Iran itu tewas.
Peristiwa di atas adalah satu cuplikan dari demonstrasi kemampuan militer Amerika Serikat (AS) dan juga Israel dalam melakukan operasi lintas domain. Operasi Epic Fury bisa disebut sebagai puncak dari operasi gabungan dalam dunia militer, di mana integrasi teknologi AI, kemampuan siber, peperangan elektronik, hingga operasi informasi bekerja sebagai kesatuan yang sangat presisi.
Beberapa aspek bisa diamati untuk membuktikan klaim tersebut. Pertama, kecepatan. Dalam 24 jam pertama operasi, pihak AS dan Israel berhasil menarget kurang lebih 1.000 target strategis di wilayah Iran, termasuk Khamenei. Laksamana Brad Cooper, Komandan US Central Command, menyebutkan bahwa skala serangan ini dua kali lipat lebih besar dari serangan shock and awe AS terhadap Irak tahun 2003.