Krisis Energi Global dan Nasib Rumah Tangga Rentan di Indonesia

Jaleswari Pramodhawardani Kompas TV Jum'at, 13 Maret 2026
img

KOMPAS.TV- Rocky Gerung di sebuah forum pernah mengingatkan bahwa Indonesia sedang berdiri di tepi jurang. Andi Widjajanto menimpalinya dengan koreksi yang lebih suram: kita bukan lagi di tepinya, tetapi sudah berada di dalamnya.

Perdebatan kecil itu terasa semakin relevan ketika konflik antara Iran, Israel, dan Amerika mulai mengguncang ekonomi dunia. Ancaman penutupan Selat Hormuz, jalur energi paling vital di dunia, telah mendorong harga minyak melonjak dan mengirimkan gelombang krisis energi ke berbagai negara. Dalam dunia yang saling terhubung, jurang itu ternyata bukan hanya metafora politik. Ia perlahan menjadi kenyataan ekonomi.

Dalam situasi ketika krisis berpotensi menjalar seperti deretan domino yang jatuh satu demi satu dan pada akhirnya menghantam kebutuhan paling dasar masyarakat bawah, negara tidak memiliki kemewahan untuk bergerak lambat. Keputusan harus diambil cepat, bahkan jika ukurannya hanya berlaku untuk hitungan minggu atau satu bulan.