Refleksi Delapan Dekade dan Proyeksi Indonesia 2045: Evolusi dan Arah Pengembangan Doktrin Pertahanan Indonesia
Publikasi Terbaru
Selasa, 31 Maret 2026
Selasa, 31 Maret 2026
Senin, 30 Maret 2026





Cakrawala Strategis ini menganalisis evolusi, kondisi terkini, serta memproyeksikan arah pengembangan doktrin pertahanan dan militer yang realistis bagi Indonesia. Analisis dilakukan melalui penelaahan dokumen-dokumen historis dan kontemporer serta membandingkannya dengan tren pertahanan global.
Penelaahan historis menemukan adanya dualisme dalam evolusi doktrin pertahanan dan militer Indonesia. Doktrin secara konsisten terus beradaptasi dengan mengadopsi perkembangan peperangan modern.
Akan tetapi, doktrin yang diadopsi secara fundamental terus mempertahankan konsep Pertahanan Semesta yang berbasis Perang Total, serta berakar pada pengalaman perang kemerdekaan.
Sementara itu, analisis atas dokumen-dokumen kontemporer mengidentifikasi dua temuan. Pertama, terdapat ketidakselarasan hierarkis antara Doktrin Pertahanan Negara (Hanneg) 2023 dengan doktrin turunan di tataran Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan angkatan. Perbedaan persepsi level strategis dan tidak seragamnya adopsi konsep kunci di berbagai dokumen menandakan proses sinkronisasi yang belum tuntas. Kedua, karakter pertahanan Indonesia sangat dipengaruhi oleh jejak historis, yakni dominasi pengalaman operasi internal dan berbasis darat telah membentuk postur yang cenderung berorientasi ke dalam (inward-looking).
Lebih lanjut, ditemukan kesenjangan antara doktrin pertahanan dan militer Indonesia dengan tren global. Di tingkat global, tren peperangan cenderung mengarah pada perang terbatas, singkat, dan berbasis teknologi. Sementara itu, doktrin pertahanan Indonesia masih banyak menekankan pada pelaksanaan Perang Total dan implementasi Perang Berlarut berbasis taktik gerilya.
Mempertimbangkan tekanan geopolitik dan kondisi internal, seperti ekonomi pertahanan dan dinamika politik militer, Cakrawala Strategis ini memproyeksikan arah pengembangan realistis bagi doktrin pertahanan dan militer Indonesia hingga 2045, sebagai berikut: