Refleksi Delapan Dekade dan Proyeksi Indonesia 2045: Evolusi dan Arah Pengembangan Doktrin Pertahanan Indonesia

Dizar Ramadhan Sabana, Reine Prihandoko Cakrawala Strategis Rabu, 20 Agustus 2025
img

Cakrawala Strategis ini menganalisis evolusi, kondisi terkini, serta memproyeksikan arah pengembangan doktrin pertahanan dan militer yang realistis bagi Indonesia. Analisis dilakukan melalui penelaahan dokumen-dokumen historis dan kontemporer serta membandingkannya dengan tren pertahanan global.

Penelaahan historis menemukan adanya dualisme dalam evolusi doktrin pertahanan dan militer Indonesia. Doktrin secara konsisten terus beradaptasi dengan mengadopsi perkembangan peperangan modern.

Akan tetapi, doktrin yang diadopsi secara fundamental terus mempertahankan konsep Pertahanan Semesta yang berbasis Perang Total, serta berakar pada pengalaman perang kemerdekaan.

Sementara itu, analisis atas dokumen-dokumen kontemporer mengidentifikasi dua temuan. Pertama, terdapat ketidakselarasan hierarkis antara Doktrin Pertahanan Negara (Hanneg) 2023 dengan doktrin turunan di tataran Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan angkatan. Perbedaan persepsi level strategis dan tidak seragamnya adopsi konsep kunci di berbagai dokumen menandakan proses sinkronisasi yang belum tuntas. Kedua, karakter pertahanan Indonesia sangat dipengaruhi oleh jejak historis, yakni dominasi pengalaman operasi internal dan berbasis darat telah membentuk postur yang cenderung berorientasi ke dalam (inward-looking).

Lebih lanjut, ditemukan kesenjangan antara doktrin pertahanan dan militer Indonesia dengan tren global. Di tingkat global, tren peperangan cenderung mengarah pada perang terbatas, singkat, dan berbasis teknologi. Sementara itu, doktrin pertahanan Indonesia masih banyak menekankan pada pelaksanaan Perang Total dan implementasi Perang Berlarut berbasis taktik gerilya.

Mempertimbangkan tekanan geopolitik dan kondisi internal, seperti ekonomi pertahanan dan dinamika politik militer, Cakrawala Strategis ini memproyeksikan arah pengembangan realistis bagi doktrin pertahanan dan militer Indonesia hingga 2045, sebagai berikut:

  • Pada Operasi Militer Perang (OMP), arah pengembangan paling realistis hingga 2045 adalah penguatan strategi asimetris melalui adopsi konsep Anti-Akses/ Penangkalan Wilayah (anti-access/area denial, A2/AD). Strategi ini dipandang sebagai wujud modern dari Pertahanan Semesta yang mentransformasikan “perang rakyat” menjadi pertahanan total berbasis teknologi, bertujuan meningkatkan risiko bagi kekuatan eksternal tanpa menuntut superioritas penuh.
  • Pada Operasi Militer Selain Perang (OMSP), pengembangan doktrin harus diorientasikan ulang agar lebih outward-looking dan dijalankan secara ketat dalam koridor supremasi sipil dan demokrasi. Keterlibatan militer dalam ranah sipil domestik perlu diminimalkan dan lebih bersifat perbantuan, dengan catatan dilakukan dalam kondisi yang benar-benar darurat atau ketika instansi sipil tidak mampu merespons kegentingan yang terjadi.